Selamat datang di Website Resmi Mas Agus Lumajang
#PART 8 KUMPULAN TEKHNIK TERAPI TERBARU VERSI RAJA HIPNOTIS | MAS AGUS LUMAJANG

#PART 8 KUMPULAN TEKHNIK TERAPI TERBARU VERSI RAJA HIPNOTIS

Teknik-Teknik Terapi

A. Direct Drive Suggestion

Direct Drive Suggestion adalah teknik memberi sugesti yang bertujuan untuk menggerakkan klien menuju perubahan yang diinginkan.Pada prakteknya, Direct Drive Suggestion adalah memberi motivasi kepada klien untuk mewujudkan keputusannya. Direct Drive Suggestion cocok untuk klien
yang ingin berhenti dari kebiasaan buruk atau menciptakan kebiasaan baru.


Dalam Direct Drive Suggestion kita mengenal prinsip compounding suggestion.Compounding suggestion maksudnya adalah bahwa setiap pengulangan sugesti yang direspon oleh klien memiliki kekuatan yang berlipat ganda.Tentunya semakin banyak pengulangan dan respon dari klien maka kita tidak pernah menduga seberapa kuat sugesti tersebut melekat dan menjadi sebuah program baru dalam diri klien.
Kita akan melihat contoh direct drive technique dari kasus klien yang ingin berhenti merokok. Pertama lakukanlah seluruh proses hipnosis dan pastikan klien mencapai somnambulism.

Sekarang saya akan mengajari Anda bagaimana cara untuk mempengaruhi semua bagian dari pikiran Anda, tubuh Anda, jiwa Anda dengan keyakinan dan kenyataan yang sangat kuat bahwa sekarang Anda sudah berhenti merokok hingga akhir hayat Anda. Saya akan memberikan sugesti kepada Anda. Saya ingin Anda menirukan setiap sugesti yang akan saya berikan. Bukan sekedar menirukan tetapi Anda juga meneriakkan sekeras-kerasnya dalam batin Anda.Ingat, Anda tidak hanya menirukan saya, tapi juga berteriak keras di dalam pikiran Anda.

Mari kita mulai.(Berikut ini yang disebut sugesti primer)
Sekarang aku sudah berhenti merokok dan tetap berhenti merokok untuk seumur hidup.
Lagi!
Sekarang aku sudah berhenti merokok dan tetap berhenti merokok untuk seumur hidup.
Lagi!
Sekarang aku sudah berhenti merokok dan tetap berhenti merokok untuk seumur hidup.
(Ulangi minimal 15 kali pengulangan sugesti primer).

Proses compounding kali ini seharusnya mendapat respon dari klien karena klien menirukan dan mengucapkan sugesti primer tersebut kepada dirinya sendiri walaupun sebatas suara dalam pikirannya. Dalam pengucapan sugesti primer ini hypnotherapist sebaiknya menggunakan cara bicara dengan nada yang emosional sesuai isi sugestinya. Pikiran Bawah Sadar lebih mudah menerima sugesti yang bermuatan emosi kuat.Kadang, pengulangan kesekian, klien tidak hanya menirukan sugesti primer dalam pikirannya tetapi juga secara lisan bahkan semakin lama klien bisa semakin keras meneriakkan sugesti primer yang kita berikan. Meskipun tidak selalu terjadi tetapi jika hal ini terjadi merupakan satu pertanda yang sangat bagus dimana Pikiran Bawah Sadar klien sudah terpengaruh secara total bahkan sampai berimbas pada level reaksi fisik.
Setelah mengucapkan sugesti primer dengan teknik Direct Drive Suggestion yang penuh semangat dan emosional, lanjutkan dengan memberi sugesti sekunder dengan nada yang lembut:

Semua itu benar. Sekarang Anda sudah berhenti merokok dan tetap berhenti merokok  sepanjang sisa hidup Anda. Anda memilih untuk berhenti merokok.Sebenarnya Anda datang kemari karena Anda telah membuat keputusan bulat untuk merdeka.Sebenarnya Anda menemui saya karena Anda ingin mengambil kembali kontrol diri Anda yang telah hilang selama bertahun-tahun.

Tidak seorangpun memiliki hak untuk mengontrol hidup Anda. Termasuk ayah Anda, ibu Anda, keluarga Anda, anak Anda, atasan Anda dan memang tidak seorangpun berhak mengontrol Anda. Termasuk rokok atau benda apapun yang ada di dunia ini.Rokok mengotori darah Anda, meracuni paru-paru keluarga tercinta Anda, dan Anda memutuskan untuk berhenti merokok sekarang juga.Anda putuskan hubungan Anda dengan rokok dan semua hal yang berhubungan dengan rokok.Anda memutuskan untuk berhenti merokok dan Anda bangga dengan keputusan Anda.Anda memiliki kembali kontrol penuh diri Anda yang selama ini telah dirampas oleh daun kering berbungkus kertas tersebut.Anda merasa sangat bersemangat dan berbahagia dengan keputusan Anda untuk berhenti merokok.

Sekarang Anda memilih darah yang bersih dari racun, Anda memilih lingkungan yang lebih sehat untuk Anda dan keluarga Anda, Anda memilih untuk mengembalikan kembali fungsi terhormat paru-paru Anda bagi kehidupan yang selama bertahun-tahun hanya diperlakukan sebagai asbak.Rokok sudah terpisah jauh dari kehidupan Anda.Anda memiliki kembali kontrol pribadi Anda sepenuhnya.Dan Anda pertahankan kontrol diri Anda dari siapapun yang ingin merebutnya dari Anda termasuk benda kecil, kotor, beracun, menjijikkan dan terbungkus kertas tersebut.Anda memegang kontrol penuh dan kontrol Anda membuang benda tidak berguna tersebut sejauh mungkin dari semua bagian diri Anda".

Setelah sugesti sekunder Anda selesaikan mungkin saat ini klien merasa sangat lega karena seluruh proses terapi hipnosis telah diselesaikan.
Kembali klien lagi, lanjutkan dengan membangunkan klien:

"Berikutnya saya akan membimbing Anda untuk menyadari keberadaan diri Anda sepenuhnya. Saya akan hitung dari satu sampai tiga. Hitungan ketiga, buka mata Anda.Satu…. dua…. tiga.

Setelah klien membuka mata, lanjutkan dengan memberi sugesti berikut (sambil meminta pasien fokus memandang wajah Anda)     

Perhatikan wajah saya. Sekarang Anda sudah berhenti merokok dan tetap berhenti merokok  sepanjang sisa hidup Anda. Anda lawan siapapun yang berusaha mengontrol hidup Anda terutama benda kecil tidak berguna bernama rokok.Anda mengontrol kehidupan Anda.Anda tetap hidup dalam kontrol pribadi Anda. Sekarang Anda sudah berhenti merokok dan tetap berhenti merokok  sepanjang sisa hidup Anda. Anda bersemangat, Anda bangga pada keputusan Anda.Dan Anda bebas mulai sekarang dan seterusnya. Merdeka..!

B. The Power of Visualization

Apa yang Anda lihat dalam pikiran itulah yang akan terjadi pada diri Anda. Bayangan atau imajinasi dalam pikiran Anda sangat mempengaruhi respon fisik dan respon emosional Anda.

Pikiran Bawah Sadar itu ibarat sebuah kebun yang sangat subur. Program apapun yang kita tanamkan di Pikiran Bawah Sadar, maka buah dari program itulah yang kita akan petik. Ada dua cara untuk menanamkan program ke Pikiran Bawah Sadar, yaitu dengan visualisasi dan sugesti. Kali ini kita akan khusus membahas visualisasi.

Akhir-akhir ini, visualisasi menjadi bahasan yang penting dalam dunia motivasi dan pemberdayaan diri. Pasalnya apa yang kita dapatkan dalam hidup kita semuanya berawal dari visualisasi atau imajinasi kita di masa lalu. Dalam panduan ini, kita tidak membahas sisi teoritis dari cara kerja visualisasi hingga menjadi kenyataan. Penjelasan lengkap tentang hal tersebut bisa Anda baca di buku-buku populer seperti The Secret atau buku-buku lain yang mengajarkan Law of Attraction (LOA). Kita langsung bahas bagaimana menggunakan visualisasi dalam penyembuhan fisik maupun proses pembelajaran dan meraih tujuan.

Visualisasi Untuk Penyembuhan Fisik
Tubuh dan pikiran saling terhubung.Apa yang Anda bayangkan dengan sungguh-sungguh secara langsung akan mempengaruhi tubuh fisik Anda. Jadi apabila pasien Anda tidak ingin punya penyakit fisik yang sulit disembuhkan dengan cara-cara biasa, ajarkanlah dia untuk melakukan visualisasi penyembuhan setiap hari.Yang dimaksud visualisasi penyembuhan adalah klien membayangkan penyakitnya hilang dan dirinya sehat.Bukan cuma membayangkan, sebaiknya membayangkan disertai dengan perasaan gembira seolah-olah klien sudah sembuh sekarang.
Agar bisa membayangkan dengan detail dan terasa gembiranya, sebaiknya Anda mengajarkan self hypnosis sehingga pasien melakukan visualisasi penyembuhan dalam kondisi hipnosis.Visualisasi ini sebaiknya dilakukan minimal 2 kali setiap hari.Masing-masing selama 10 menit.Selama melakukan visualisasi klien harus bisa melarutkan dirinya dalam imajinasinya sehingga pikirannya sangat fokus hanya memikirkan kesembuhan dan kesehatan.

Visualisasi Dalam Proses Belajar & Meraih Tujuan
Juara senam Olimpiade Los Angles 1984, Mary Lou Retton, senantiasa membayangkan gerakan rutin dalam pikirannya, serta memvisualisasikan setiap tahapan senam, setiap langkah, setiap lompatan dan setiap gerakannya terlebih dahulu, sebelum benar-benar melaksanakan dalam pertandingan. Tiger Wood sang maestro golf juga melakukan pukulan yang sempurna setiap hari dalam pikirannya. Hasilnya dia adalah juara.
Hendrawan penentu kemenangan tim piala Thomas tahun 1998, 2000 dan 2002 juga menggunakan teknik visualisasi untuk meraih kemenangan. Pada pertengahan tahun 1997 ia mendapat ultimatum dari Pelatnas bahwa kesempatannya untuk berada di Pelatnas hanya sampai akhir tahun 1997, karena selama ini tidak ada satupun prestasi yang diraihnya. Dalam keadaan stress ia bertemu dengan motivator yang membangkitkan semangatnya untuk berlatih lebih giat. Atas saran sang motivator ia membayangkan koran-koran memuat gambarnya memegang piala Thomas. Ia membayangkan masyarakat menyambut dan meng-elu-elukan kedatangannya beserta piala Thomas. Dan semua itu pada akhirnya menjadi kenyataan.
Jadi apabila Anda menginginkan hasil terbaik dari segala usaha Anda, maka lakukanlah visualisasi secara rutin bahwa Anda bisa dan sudah mencapai hasil terbaik itu.Lakukan terus setiap hari sampai Anda benar-benar mencapainya.


Visualisasi Menulis Masalah Untuk Mengatasi Keruwetan Pikiran
Saya biasanya menggunakan teknik ini untuk mengatasi stress karena banyaknya masalah, depresi ringan, rasa tidak berdaya, pesimis menghadapi kehidupan, dan masalah lainnya. Keuntungan dari teknik ini adalah klien tidak perlu menceritakan masalahnya kepada Anda.Apapun masalah yang dialami klien, dia bisa menggunakan imajinasinya untuk merasa lebih lega.

Pertama – Menghilangkan Masalah
Bayangkan Anda duduk di sebuah kursi kayu dan didepan Anda ada sebuah meja.Di atas meja ada sebuah buku dan ballpoint.Pada hitungan ketiga, Anda mulai menuliskan semua masalah Anda dibuku tersebut.Tuliskan semuanya, curahkan perasaan dan masalah Anda dengan menulis semuanya di buku tersebut.Oke, pada hitungan ketiga, Anda mulai menulis. Satu, dua, tiga...! Mulailah menulis, gunakan seluruh perasaan Anda ketika menuliskan masalah Anda.Jika Anda sudah selesai menulis, gerakkan jari Anda yang ini (sentuh salah satu jari klien).
Oke, sekarang saya minta Anda merusak buku tersebut.Sobek atau hancurkan buku tersebut dengan tangan Anda.Semakin Anda merusak buku itu, semakin lega perasaan Anda.Semakin buku itu hancur, semakin enak perasaan Anda.Setelah buku itu hancur, kumpulkan kertas-kertas yang rusak menjadi satu dan bayangkan kertas itu terbakar sampai habis.Ketika Anda menyaksikan semua kertas itu menjadi abu, pikiran perasaan Anda menjadi plong, lega sekali.

Kedua – Menanamkan Hal Positif
Bayangkan lagi Anda duduk di kursi dan didepan Anda ada meja yang baru dengan warna cerah yang Anda sukai.Bayangkan juga ada buku dan alat tulis didepan Anda.Lagi-lagi dengan warna cerah yang Anda sukai.Pada hitungan ketiga, saya meminta Anda untuk mulai menulis tentang segala hal yang Anda inginkan.Tulis segala hal yang ingin Anda wujudkan dalam hidup Anda. Tulis segala hal yang Anda harapkan akan terjadi pada diri Anda. Ketika Anda menulis, libatkan perasaan senang dan bahagia Anda.Yakini bahwa apapun yang Anda tuliskan di buku tersebut segera menjadi kenyataan dalam hidup Anda.Karena mulai hari ini dan seterusnya, Anda menggunakan seluruh kemampuan Anda untuk mewujudkan apapun yang sudah Anda tulis di buku tersebut. Apapun yang Anda tulis di buku itu, akan memunculkan semangat untuk meraih semua cita-cita Anda yang baik. Oke, pada hitungan ketiga, mulai menulis. Satu dua tiga... Jika Anda sudah selesai menulis, gerakkan jari Anda yang ini (sentuh salah satu jari klien).Bagus, sekarang simpan buku itu di suatu tempat dalam pikiran atau batin Anda.Simpan buku itu di tempat yang paling aman. Mulai hari ini dan seterusnya, hidup Anda akan lebih baik dari sebelumnya.

C. Mengubah Gambar & Suara Internal

Mengubah Perasaan Negatif Menjadi Positif Dengan Imajinasi Menggelikan
Teknik ini sangat cepat mengubah perasaan kita dari perasaan negatif (seperti marah, benci, jengkel, dendam atau takut) pada seseorang. Seandainya sekarang Anda sedang sebel dengan seseorang dan ketika Anda ingat orang itu atau ingat apa yang dilakukannya terhadap Anda, Anda langsung jadi sebel dan tidak semangat. Setelah Anda melakukan teknik ini, perasaan Anda ketika mengingat orang itu menjadi beda, berubah ke perasaan yang mengelikan atau lucu.

  1. Pikirkan atau bayangkan orang yang menyebalkan itu. Perhatikan perasaan Anda.
  2. Sekarang, bayangkan bahwa orang tersebut memakai pakaian ala banci dengan segala dandanan banci yang menor dan menggelikan atau menjijikkan. Biarkan diri Anda menertawakan atau merasakan geli melihat bayangan itu.
  3.  Bayangkan orang itu berbicara dengan nada suara seorang banci, mengucapkan kata-kata menyakitkan yang dulu pernah melukai Anda. Tapi sekarang dia mengucapkannya dengan cara yang berbeda. Dia mengucapkan dengan nada banci yang menggelikan.
  4. Berhenti. Dan perhatikan perasaan Anda. Ulang proses tersebut di atas dengan variasi yang berbeda jika diperlukan.
  5. Jika teknik ini cocok untuk masalah Anda dan Anda melakukannya dengan tepat, maka setelah melakukan teknik ini, pastinya Anda tidak lagi merasa sebel ketika mengingat orang tersebut. Anda tahu orang itu bukan orang yang baik (karena telah melakukan kesalahan terhadap Anda), namun Anda tidak merasakan sebel ketika ingat orang itu.


Mengubah Perasaan Negatif Dengan Mengubah Suara Internal Menjadi Lucu
Teknik ini adalah teknik membayangkan suara yang “seram” menjadi bernada lucu atau menggelikan.Teknik ini sangat cocok digunakan untuk orang yang sering berpikiran negatif atau untuk melemahkan efek suara hati yang negatif. Misalnya klien Anda punya masalah pikiran negatif yang tidak bisa dikendalikan, maka inilah caranya:

1.    Dengarkan suara dari pikiran negatif itu misalnya “Saya tidak bisa, saya bodoh, saya tidak akan mampu, saya pasti gagal, saya ini orang yang minder.
2.    Putar suara pikiran negatif itu dengan nada suaranya Mickey Mouse atau suara banci yang sedang menggoda pelanggannya. Lakukan pengubahan suara itu dengan serius sampai terasa lucu atau geli. Ulangi berkali-kali agar lebih kuat.
3.    Berhenti sejenak. Kosongkan pikiran, kemudian pikirkan situasi yang biasanya menimbulkan pikiran negatif dan lihat reaksinya. Reaksi seharusnya adalah diri kita malah menertawakan pikiran negatif yang muncul atau malah tidak muncul lagi.
D. Mengubah Submodalitas

Modalitas adalah nama lain dari sistem representasi. Sedangkan submodalitas adalah struktur pengalaman internal seseorang dalam meng-kode-kan (menyimpan) sebuah pengalaman.Submodalitas adalah persepsi seseorang terhadap suatu kenyataan.

Persepsi adalah cara pandang kita terhadap sesuatu. Persepsi menentukan respon fisik dan emosional kita.Struktur dari persepsi itulah yang disebut submodalitas.Nah karena setiap pengalaman internal (persepsi) memiliki struktur yang khas, maka ketika struktur diubah maka pasti berubah pula perasaan seseorang.

Struktur Pengalaman Internal Yang Efeknya Kuat
Visual                : Gambar jelas, terang, bergerak, 3 dimensi, dekat, besar
Auditori             : Stereo, volume tinggi, isi jelas, dekat
Kinestetik          : Reaksi fisik dan emosi kuat.


Struktur Pengalaman Internal Yang Efeknya Lemah
Visual                : Gambar tidak jelas, gelap, diam, 2 dimensi, jauh, kecil.
Auditori             : Dari satu arah, volume rendah, isi tidak jelas, jauh.
Kinestetik          : Reaksi fisik dan emosi lemah.

Mengubah Submodalitas Untuk Mengubah Respon
Dalam hipnoterapi, mengubah submodalitas menjadi teknik yang sangat penting karena akan digunakan pada hampir semua masalah psikologis. Mengubah submodalitas berfungsi untuk:
  • Memperkuat perasaan positif yang lemah
  • Memperlemah perasaan negatif yang kuat

Memperlemah Perasaan Negatif Yang Kuat
  1. Minta klien memanggil pengalaman negatifnya sejelas-jelasnya
  2. Jika sudah muncul tanyakan dan catat submodalitas yang muncul dari perasaan tersebut mulai dari visual, auditori dan kinestetiknya
  3. Arahkan klien untuk mengubah submodalitasnya satu persatu dengan berpedoman pada struktur pengalaman lemah.
  4. Minta klien mengamati merasakan perubahan pada perasaannya
  5. Hentikan sejenak
  6. Ulang langkah 1 - 5 sampai 5 kali ulangan.
  7. Tiap ulangan minta klien mempercepat proses pengeditan submodalitasnya.
  8. Minta klien memanggil pengalaman negatifnya tanpa perlu mengedit submodalitasnya dan perhatikan perasaan yang muncul.

Sampai pada poin 7 biasanya klien sudah melemahkan perasaan negatifnya dengan hasil yang memuaskan tetapi apabila dirasa perlu ulangi lagi langkah 1 - 7 sampai klien merasa telah mendapat hasil yang diharapkan. Yang sangat menarik dari mengubah submodalitas adalah bahwa klien tidak perlu bercerita perasaan negatif apa yang di ubah sehingga rahasia dari masalahnya tetap terjaga dan hal ini pasti sangat membuat klien merasa nyaman. Poin lain yang menarik dari mengubah submodalitas adalah klien sendirilah pelaku perubahan internal tersebut sehingga submodalitas yang sudah di diubah strukturnya merupakan struktur baru yang sifatnya permanen. Teknik memperlemah perasaan negatif ini bisa digunakan untuk menyembuhkan fobia dan trauma dengan sangat cepat.

Memperkuat Perasaan Positif Yang Lemah
Untuk memperkuat perasaan positif yang lemah lakukan prosedur yang sama dengan latihan di atas tetapi struktur baru yang dibentuk merujuk pada struktur pengalaman kuat. Teknik memperkuat perasaan positif ini bisa digunakan untuk memotivasi dalam bidang apapun.
  1. Minta klien memanggil pengalaman positifnya sejelas-jelasnya.
  2. Jika sudah muncul tanyakan dan catat submodalitas yang muncul dari perasaan tersebut mulai dari visual, auditori dan kinestetiknya.
  3. Arahkan klien untuk mengubah submodalitasnya satu persatu dengan berpedoman pada struktur pengalaman kuat.
  4. Minta klien mengamati merasakan perubahan pada perasaannya
  5. Hentikan sejenak
  6. Ulang langkah 1 - 5 sampai 5 kali ulangan.
  7. Tiap ulangan minta klien mempercepat proses pengeditan submodalitasnya.
  8. Minta klien memanggil pengalaman positifnya tanpa perlu mengedit submodalitasnya dan perhatikan perasaan yang muncul.

Swish Pattern
Swish Pattern adalah menimpa suatu modalitas dengan modalitas lain. Biasanya digunakan untuk:
  1. Mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan positif yang diinginkan. Caranya yaitu dengan menimpasubmodalitas kebiasaan buruk yang sudah dilemahkan dengan submodalitas kebiasaan positif yang sudah diperkuat.
  2. Memunculkan motivasi yang kuat untuk melakukan suatu kegiatan yang dulunya malas untuk dilakukan. Caranya dengan mengcopy submodalitas kegiatan yang menyenangkan ke submodalitas kegiatan yang ingin ditingkatkan motivasinya.

Contoh 1 – Mengubah Kebiasaan Merokok Dengan Swish Pattern
  1. Bayangkan sebuah layar di depan dalam pikiran Anda.
  2. Dalam layar tersebut, bayangkan muncul suatu gambar yang mewakili hasrat Anda yang kuat terhadap rokok. Misalnya gambar ketika Anda sedang menyalakan rokok. Ubah modalitas gambar itu menjadi struktur lemah (kecil, hitam putih, redup). Gambar ini disebut gambar A.
  3. Kemudian bayangkan juga gambar yang mewakili diri Anda yang terbebas dari kebiasaan merokok. Misalnya gambar diri Anda yang tersenyum lebar, gembira dan lebih sehat. Ubah modalitas gambar itu menjadi struktur kuat (besar, berwarna, terang). Gambar ini disebut gambar B.
  4. Dalam imajinasi Anda, bayangkan gambar B menutupi gambar A dengan meniatkan dalam hati bahwa Anda mengganti kebiasaan lama dengan kebiasaan baru yang lebih sehat.
  5. Buka mata dan tutup kembali, kemudian lakukan langkah 4 sebanyak 10 kali.
  6. Setelah selesai, amati respon Anda terhadap rokok. Dengan melakukan Swish Pattern yang terjadi adalah pikiran dan perasaan Anda tidak merasa susah meskipun hidup tanpa merokok. Seandainya Anda memaksakan diri untuk merokok ya memang masih bisa, namun apabila Anda sudah berkomitmen untuk berhenti, maka Swish Pattern memudahkan usaha Anda untuk berhenti merokok tanpa menderita.

Contoh Kasus 2 - Memunculkan Motivasi Yang Kuat Untuk Melakukan Suatu Dengan Semangat
Misalnya kegiatan A adalah kegiatan penting tetapi klien merasa malas melakukannya. Kegiatan B adalah kegiatan yang sangat menyenangkan dan klien sangat bersemangat melakukannya. Tujuan kita adalah membuat klien mampu melakukan kegiatan A dengan rasa senang dan semangat sama seperti saat melakukan kegiatan B.
  1. Minta klien munculkan pengalaman kegiatan A
  2. Lakukan distraksi atau hentikan langkah 1
  3. Minta klien munculkan pengalaman kegiatan B
  4. Perkuat pengalaman kegiatan B dengan struktur pengalaman kuat
  5. Minta klien munculkan submodalitas kegiatan A dan B berdampingan bersamaan
  6. Minta klien menutupi semua submodalitas A dengan submodalitas B mulai dari visual, auditori, kinestetik.
  7. Perkuat submodalitas B dan minta klien mempertahankan sejenak.
  8. Lakukan distraksi untuk membersihkan pikiran klien.
  9. Ulangi langkah 5 - 8 berulang kali dalam waktu yang semakin cepat.

Teknik-teknik terapi yang menggunakan prinsip mengubah submodalitas bisa dilakukan dalam kondisi normal dan memberi hasil yang sangat mengagumkan.Nah tentunya apabila teknik submodalitas diterapkan kepada klien dalam kondisi somnambulism hasilnya jauh lebih baik.

E. Anchoring
Anchoring digunakan untuk menanamkan program stimulus-respon yang bisa digunakan klien kapan saja untuk memunculkan perasaan positif atau mengatasi perasaan negatif. Anchor bisa berfungsi positif maupun negatif. Contoh anchor negatif adalah fobia. Orang yang punya fobia adalah orang yang memiliki anchor berupa perasaan negatif yang melekat pada suatu yang ditakutinya, misalnya fobia cicak. Secara sadar penderita tahu seharusnya dia tidak perlu takut berlebihan terhadap cicak, tapi perasaan takut setengah mati otomatis muncul tanpa kendali ketika dia melihat cicak. Nah berikutnya kita akan belajar membuat anchor positif beserta cara penggunaannya dalam terapi.

Syarat Anchor :
1.    Berupa tindakan, suara atau gabungan dari keduanya yang unik (tidak biasa dilakukan)
2.    Sesederhana mungkin agar mudah di pacu saat dibutuhkan.

Cara Meng-anchor Perasaan
  1. Tentukan gerakan anchor-nya.
  2. Bawa klien kepada perasaan positif terkuat yang akan di jadikan anchor.
  3. Klien menyentuh anchor selama mengalami perasaan positif tersebut.
  4. Lepaskan anchor dan hentikan perasan positifnya.
  5. Ulangi langkah 2 - 4 berulang kali.
  6. Tes anchor dengan memicu dalam kondisi normal. Semakin sering di picu maka kecepatan dan kekuatan respon dari anchor menjadi semakin kuat dan permanen.

Penggunaan Anchor Dalam Terapi
Pertama pastikan anchor positif sudah terpasang dengan baik. Dalam terapi kita membuat minimal 2 buah anchor yaitu anchor 1 adalah perasaan negatif yang sudah kita lemahkan dijadikan anchor negatif dan anchor 2 dan seterusnya adalah anchor positif. Cara menggunakan anchor dalam terapi dengan asumsi sebuah anchor positif sudah dibuat adalah sebagai berikut :

Collapsing Anchor
Ide dari collapsing anchor adalah membuat perasaan negatif dan positif berhadapan langsung secara frontal dengan cara memicu anchor negatif yang sudah dilemahkan bersamaan dengan anchor positif sehingga anchor yang lebih kuat mengalahkan efek anchor yang lebih lemah.
1.    Klien memunculkan perasaan negatifnya
2.    Lemahkan perasaan negatifnya dengan edit submodalitas
3.    Jika sudah sangat lemah buat anchor negatif
4.    Lakukan distraksi / hentikan proses
5.    Picu anchor negatif dan positif bersamaan
6.    Ulangi langkah 5 sampai efek anchor negatif menjadi netral


F. Gestalt Therapy

Gestalt Therapy cocok digunakan untuk mengatasi perasaan konflik antara klien dengan orang lain. Hasil dari Gestalt Therapy adalah klien menjadi lebih bijaksana dalam berinteraksi dengan orang lain dan bisa menilai suatu masalah dengan cara yang berbeda. Nama lain dari Gestalt Therapy adalah Chair Therapy karena dalam prakteknya kita sering menggunakan beberapa kursi untuk memudahkan proses permainan peran. Dalam Terapi ini klien memainkan peran dan mengubah persepsinya dari sudut pandang diri sendiri, lawan konflik dan orang lain yang tidak ada hubungan apapun dengan masalah.

Lakukan persiapan terapi dengan mengatur tiga buah kursi saling berhadapan.Untuk tujuan contoh, misalnya klien kita bernama "Rudy" yang sedang punya masalah dengan "Santy".

Posisi 1
  • Rudy duduk di kursi 1
  • Minta Rudy membayangkan Santy dengan semua sifatnya duduk di kursi 2
  • Tunggu sampai muncul perasaan tertentu dalam diri Rudy
  • Hentikan sejenak

Posisi 2
  • Rudy duduk di kursi 2 berperan sebagai Santy dengan semua sifatnya
  • Saat berperan sebagai Santy, Rudy memandang dirinya sedang duduk di kursi 1
  • Tunggu sampai muncul perasaan tertentu.
  • Hentikan sejenak



Posisi 3
  • Rudy duduk di kursi 3 dan berperan sebagai orang lain yang tidak ada hubungannya dengan masalah itu.
  • Rudy (sebagai pihak yang netral) memperhatikan kursi 1 dan kursi 2
  • Sebagai pihak netral minta Rudy diminta untuk memunculkan saran yang bijaksana bagi kedua belah pihak kemudian mentransfer saran dan kebijaksanaan itu kepada Rudy di kursi 1.
  • Hentikan sejenak

Dalam proses tersebut klien pasti mendapati dirinya mendapat kebijaksanaan yang luar biasa sehingga bisa menghadapi masalah dengan mudah karena sudah melihatnya dari berbagai sudut pandang. Gestalt Therapy sangat cocok digunakan untuk mengatasi berbagai konflik antara dua orang atau antara satu orang dengan sekelompok orang.



G. Parts Therapy

Pernahkah Anda bangun tidur di pagi hari, tetapi masih merasa sangat mengantuk, dan timbul konflik dalam diri Anda? Satu bagian dari diri Anda meminta Anda segera bangun karena harus berangkat kerja, sedangkan bagian yang lain ingin agar Anda tidur kembali barang sejenak. Untuk beberapa saat, Anda diombang-ambingkan oleh dua pikiran yang saling berbeda itu.Pertentangan ini berhenti saat Anda memutuskan suatu tindakan.

Manusia atau pikiran manusia terdiri dari banyak bagian dengan tujuannya masing-masing yang sebetulnya sama-sama baik dan menguntungkan kita.Pada contoh di atas, dapat rasakan bahwa dua bagian dari diri Anda bertujuan baik.Masing-masing ingin membuat Anda senang dan bahagia.Yang satu bertujuan agar Anda bisa masuk kerja tepat waktu sehingga tidak dimarahi oleh bos. Sedangkan bagian yang lain ingin Anda tidur lagi juga menginginkan agar Anda menikmati tidur.

Jika pertentangan antar bagian terjadi ketika bangun tidur memang hal sepele.Namun apabila konflik internal yang terjadi melibatkan hal-hal penting dalam kehidupan kita, maka hal itu bisa sangat menganggu dan menghambat produktivitas kita.

Parts therapy dapat diterapkan pada klien yang mengalami konflik internal. Dalam proses parts therapy, akan terjadi dialog antara bagian-bagian yang mengalami konflik. Untuk itu, dibutuhkan objektivitas dan sikap netral seorang therapist.

Dalam melakukan parts therapy, peran terapis hanyalah fasilitator atau mediator. Untuk mudahnya, bayangkan diri Anda sedang membantu menyelesaikan konflik di antara dua pihak.Anda harus bersikap netral, tidak memihak, berlaku adil, jujur, dan menghormati masing-masing pihak tanpa memiliki kepentingan tertentu. Bila Anda mulai memihak salah satu pihak, pihak yang merasa dirugikan akan marah dan tidak mau melanjutkan dialog atau diskusi. Akibatnya? Tidak akan ada penyelesaian masalah. Ingat, saat berkomunikasi dengan bagian dari diri klien, berbicaralah seperti Anda berbicara dengan seseorang.

Langkah Parts Therapy
1. Menjelaskan Parts Therapy Kepada Klien
2. Induksi & Deepening Sampai Somnambulism
3. Memanggil Bagian Yang Berkonflik
Panggil Bagian Yang Negatif
Ada bagian dari pikiran Rudy yang selalu membuat Rudy melakukan..... Saya ingin berbicara dengan bagian yang membuat Rudy melakukan..... Jika Anda bersedia untuk berkomunikasi dengan saya, tolong gerakkan jari telunjuk tangan kanan Rudy.
Jika jari telunjuk Rudy sudah bergerak katakan: Bagus... terimakasih atas kesediaan Anda berbicara dengan saya. Untuk memudahkan saya memanggil Anda, berilah nama pada diri Anda. Siapa nama Anda? (Wawan). Oke Wawan, tetaplah bersama saya, sementara saya ingin memanggil teman Anda yang lain.
Panggil Bagian Yang Positif
Ada bagian dari pikiran Rudy yang selalu membuat Rudy ingin mencapai .... Saya ingin berbicara dengan bagian yang membuat Rudy ingin mencapai..... Jika Anda bersedia untuk berkomunikasi dengan saya, tolong gerakkan jari telunjuk tangan kanan Rudy.
Jika jari telunjuk Rudy sudah bergerak katakan: Bagus... terimakasih atas kesediaan Anda berbicara dengan saya. Untuk memudahkan saya memanggil Anda, berilah nama pada diri Anda. Siapa nama Anda? (Dedi) – Oke Dedi, saya ingin Anda tetap bersama saya sambil berdiskusi dengan Wawan.

4. Mencari Tahu Tujuan Tiap Bagian.Proses selanjutnya adalah seperti Anda berbicara dengan dua orang yang sedang berkonflik. Anda berperan sebagai penengah yang tidak memihak.

5. Negosiasi & Mediasi Untuk Mencapai Kesepakatan. Anda membantu kedua bagian melakukan negosiasi dan perundingan untuk mencapai kesepakatan yang merupakan solusi atas masalah yang timbul. Setelah melalui proses perundingan yang saling menguntungkan atau kompromi oleh masing-masing bagian, akhirnya mereka bersepakat dan menetapkan persyaratannya.

7. Menyatukan Bagian. Penyatuan kembali dimaksudkan untuk memperkuat efek kesepakatan yang sudah dibuat.Penyatuan bisa dilakukan dengan meminta kedua bagian itu bersalaman, saling memeluk atau saling bergandengan tangan untuk selamanya.

Dalam melakukan parts therapy, selain yang telah diuraikan di atas, ada hal-hal penting yang harus Anda perhatikan untuk mencapai hasil terapi yang maksimal:

  • Jangan memihak salah satu bagian
  • Jangan mengritik semua bagian
  • Jangan mengambil kendali / Jangan mengatur
  • Jangan menciptakan bagian yang baru
  • Jangan menghancurkan suatu bagian
  • Jangan membekukan suatu bagian
Share on Google Plus

About Mas Bagus

Mas Agus adalah Personal Training Academy di Indonesia. yang memiliki banyak Kegiatan training, Workshop "SEMINAR" DLL diseluruh indonesia.
    Blogger Comment