Selamat datang di Website Resmi Mas Agus Lumajang
#PART2 Menjalin Rapport Dengan Mencocokkan Sistem Representasi | RAJA HIPNOTIS | MAS AGUS LUMAJANG

#PART2 Menjalin Rapport Dengan Mencocokkan Sistem Representasi | RAJA HIPNOTIS

Menjalin Rapport

Rapport adalah suatu keadaan hubungan yang akrab dan saling percaya.Menjalin rapport merupakan bagian yang sangat penting dalam Pre-talk.Ada banyak cara untuk menjalin rapport dengan klien atau orang yang baru Anda temui. Basa-basi seperti menanyakan kabar dan pekerjaan bisa menjadi pembuka rapport.Sekarang, bagaimana caranya agar Anda cepat menjalin rapport dengan orang yang baru pertama Anda temui?


Rapport Dimulai Dari Pikiran Anda
Milikilah keyakinan bahwa diri Anda mudah diterima oleh siapapun dan dalam situasi apapun.Untuk menanamkan keyakinan ini, Anda bisa menggunakan teknik visualisasi yang Anda ulang setiap hari sampai terbentuk keyakinan baru.Yang Anda bayangkan adalah Anda sedang bertemu orang baru (klien Anda) dan Anda mampu menjalin hubungan akrab dan saling percaya. Keyakinan bahwa diri Anda bisa diterima oleh siapapun, tanpa Anda sadari akan menciptakan nada suara yang mantap dan bahasa tubuh yang kongruen sehingga Pikiran Bawah Sadar orang lain merasa nyaman dan mantap dengan Anda. Sebaliknya, apabila Anda khawatir klien Anda akan resisten dengan Anda, maka nada suara dan bahasa tubuh Anda akan memberi sinyal kepada klien bahwa Anda adalah orang yang ragu-ragu.

Menjalin Rapport Dengan Mencocokkan Sistem Representasi
Sistem representasi adalah sistem yang kita gunakan untuk berhubungan dengan dunia luar. Manusia normal berkomunikasi berinteraksi dengan 5 sistem indera, yaitu visual (penglihatan), auditori (pendengaran), kinestetik (perasaan), olfaktori (penciuman) dan gustatori (pengecapan). Lima sistem indera itulah yang kita sebut sistem representasi.Setiap manusia mengembangkan semua representasinya, namun biasanya ada satu yang lebih dominan. Sehingga, dalam hal kebiasaan berkomunikasi, kita bisa membagi manusia menjadi tiga tipe:

1.    Tipe Visual, yaitu orang yang lebih peduli dengan apa yang mereka lihat. Ketika dia bicara, dia akan banyak menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan penglihatan seperti: Melihat, memperhatikan, menonton, menyaksikan, menunjukkan, memandang, membayangkan, penglihatan, sudut pandang, dsb. Jika orang tipe visual memilih sesuatu, mereka akan lebih memilih yang memuaskan secara visual.
2.    Tipe Auditori, yaitu orang yang lebih peduli dengan apa yang mereka dengar. Ketika dia bicara, dia akan sering menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan pendengaran seperti: dengar, mendengarkan, mengatakan, bunyi, suara dsb. Orang tipe auditori memilih sesuatu dengan sangat teliti dan sering meminta rekomendasi atau pertimbangan orang lain sebelum memutuskan.
3.    Tipe Kinestetik, yaitu orang yang lebih peduli dengan apa yang mereka rasakan. Ketika dia bicara, dia akan sering menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan perasaan seperti: merasa, rasanya, tenang, malu, gugup, kesepian, nyaman dsb. Orang tipe kinestetik memilih segala sesuatu berdasarkan perasaan atau suasana hatinya.

Bagaimana cara mengetahui tipe representasi dominan dari klien Anda? Sangat mudah caranya. Ajukan pertanyaan ini kepada klien Anda:
Mana yang lebih Anda sukai, gunung atau pantai?
Jawab dengan cepat, Apa yang paling Anda sukai dari gunung/pantai?
  • Tipe Visual biasanya menjawab: pemandangan, pepohonan yang hijau, dsb.
  • Tipe Auditory biasanya menjawab: suara ombak, suara angin, suara burung, dsb.
  • Tipe Kinesthetic biasanya menjawab: dingin, panas, ketenangan, kedamaiannya, dsb.

Tipe representasi dari seseorang juga bisa Anda ketahui dari pilihan kata yang dia gunakan dalam pembicaraan.Setelah Anda mengetahui tipe representasi klien Anda, maka sesuaikan kata-kata Anda dengan pilihan kata-kata sesuai tipe representasi klien Anda. Dengan cara ini, Anda akan lebih mudah menjalin rapport dengan klien Anda.


Pemahaman tentang tipe representasi juga berguna untuk menentukan teknik apa yang akan Anda gunakan dalam proses induksi atau terapi. Ingat, hanya orang tipe visual yang bisa membayangkan sesuatu dengan sangat jelas dalam kondisi kesadaran normal.Sedangkan orang tipe auditori dan kinestetik hanya bisa membayangkan dengan jelas setelah dia memasuki kondisi somnambulism.Oleh karena itu, untuk meng-induksi atau melakukan deepening terhadap orang kinestetik dan auditori, sebaiknya Anda tidak menggunakan teknik yang mengharuskan klien untuk membayangkan.Setelah mereka mencapai somnambulism baru Anda bisa menggunakan visualisasi, karena dalam kondisi somnambulism semua sistem representasi menjadi sangat aktif.
Share on Google Plus

About Mas Bagus

Mas Agus adalah Personal Training Academy di Indonesia. yang memiliki banyak Kegiatan training, Workshop "SEMINAR" DLL diseluruh indonesia.
    Blogger Comment